Pemerintahan
Layanan darurat 112 dan aduan warga per kabupaten/kota, dengan transfer langsung ke Damkar, ambulans, dan kepolisian.
Setiap langkah tercatat di satu sistem, dan setiap panggilan bisa diputar ulang untuk evaluasi.
Warga
Dari ponsel atau telepon rumah, panggilan masuk ke antrean kabupaten/kota yang bersangkutan.
Operator 112
Softphone WebRTC menampilkan nomor pelapor dan wilayah; operator mencatat laporan di layar yang sama.
Operator ke instansi
Operator menyambungkan ke Damkar, ambulans, kepolisian, atau BPBD melalui extension, GSM, maupun PSTN.
Sistem
Call back ke pelapor (outbound), rekaman dan laporan tersimpan di cloud untuk evaluasi.
Blind atau attended transfer, dan conference multi-pihak antara pelapor, operator, dan petugas.
Operator lain, supervisor, atau extension instansi di kabupaten/kota mana pun.
Ponsel petugas lapangan, sopir ambulans, atau kepala regu yang sedang bertugas.
Nomor telepon kantor Damkar, puskesmas, polsek, atau rumah sakit setempat.
Setiap kabupaten/kota punya extension induk, dan setiap operator punya extension sendiri, sehingga panggilan bisa dieskalasi antarwilayah dengan satu nomor. Contoh skema; penomoran disesuaikan dengan dial plan daerah.
| Wilayah | Extension wilayah | Extension agen |
|---|---|---|
| Kabupaten/Kota A | 2100 | 2101–2120 |
| Kabupaten/Kota B | 2200 | 2201–2215 |
| Kabupaten/Kota C | 2300 | 2301–2310 |
Mobile Responder 112
Aplikasi untuk petugas lapangan. Penugasan dari operator 112 langsung masuk ke ponsel, lengkap dengan lokasi kejadian, dan status petugas terlihat di layar operator.
Penugasan baru · 00:42
Laporan kebakaran rumah
Kabupaten/Kota A · dari operator ext. 2101
Contoh tampilan
Tanpa server di lokasi dan tanpa pesawat telepon fisik. Kabupaten/kota baru bisa aktif lebih cepat.
Tanpa server di lokasi. Kabupaten/kota baru bisa aktif lebih cepat dan dikelola terpusat.
Panggilan diterima langsung dari browser dengan headset, tanpa pesawat telepon fisik.
Sambungkan pelapor ke extension, nomor GSM, atau PSTN termasuk conference beberapa pihak sekaligus.
Setiap operator dan setiap kabupaten/kota memiliki extension sendiri untuk routing dan eskalasi antarwilayah.
Menerima panggilan 112 dan menelepon balik pelapor untuk konfirmasi atau tindak lanjut.
Setiap panggilan direkam, dengan dashboard waktu respons dan volume per kabupaten/kota.
Layanan darurat 112 dan aduan warga per kabupaten/kota, dengan transfer langsung ke Damkar, ambulans, dan kepolisian.
Pendaftaran pasien, pengingat jadwal kontrol, dan koneksi ke layanan ambulans darurat yang terintegrasi dengan SIMRS.
Alur yang sama untuk setiap proyek, dengan tenggat yang disepakati tertulis di awal.
1–2 minggu
Audit infrastruktur, volume interaksi, dan target layanan bersama tim Anda.
1 minggu
Arsitektur, kapasitas kanal, alur IVR, dan rencana integrasi disepakati tertulis.
2–6 minggu
Instalasi bertahap, uji failover, dan pelatihan agen tanpa menghentikan layanan berjalan.
Berkelanjutan
NOC 24/7 memantau kualitas suara dan SLA, dengan laporan bulanan untuk manajemen.
Isi volume di jam tersibuk. Angkanya dihitung ulang setiap kali Anda menggeser.
Anda butuh sekitar
–agen
Beban kerja di atas 85% berisiko membuat agen kelelahan. Pertimbangkan 1–2 agen cadangan.
Rumus Erlang C (agen) dan Erlang B pada blocking 1% (kanal). Angka final disusun setelah asesmen.
Data suara dan percakapan pelanggan Anda dilindungi dengan standar yang sama seperti yang diwajibkan sektor perbankan.
ISO/IEC 27001
Information Security Management System
ISO 9001:2015
Quality Management System
Komdigi
Terdaftar & berizin resmi
Sinyal SIP melalui TLS dan media suara melalui SRTP; rekaman disimpan terenkripsi.
Pusat data berlokasi di Indonesia, selaras dengan UU Pelindungan Data Pribadi.
Hak akses agen, supervisor, dan admin dipisahkan, dengan jejak audit untuk setiap aktivitas.
Skenario gangguan diuji berkala dan hasilnya dilaporkan, bukan hanya dijanjikan.
Operator cukup memakai browser, panggilan bisa ditransfer ke extension, GSM, atau PSTN instansi. Begini arsitektur call centre 112 berbasis cloud untuk pemerintah daerah.
Belum ada jawabannya? Tanya tim kami.
Tidak. Operator menerima panggilan langsung dari browser (Chrome atau Edge) dengan headset, lewat softphone WebRTC. Cukup PC atau laptop.
Ya. Setiap kabupaten/kota berjalan di cloud system terpisah dengan extension induk sendiri, namun tetap bisa dikelola terpusat dan saling meneruskan panggilan.
Bisa. Operator dapat melakukan blind atau attended transfer, maupun conference multi-pihak, ke extension, nomor GSM petugas, atau nomor PSTN instansi terkait.
Operator dapat menelepon balik pelapor (outbound) untuk konfirmasi atau tindak lanjut, langsung dari layar yang sama.
Setiap panggilan direkam dan tersimpan di cloud, dengan dashboard waktu respons dan volume per kabupaten/kota untuk evaluasi.
Demo langsung: panggilan masuk, transfer ke instansi, conference, dan dashboard per kabupaten/kota.
Sesi 60 menit bersama tim solusi, disesuaikan dengan kebutuhan Anda.